Click here for Myspace Layouts

Jumat, 11 Desember 2015

MATERI IX. PENGAIRAN

Judul                                  :
Hari/Tanggal                     :          
Jam                                    :
Petugas                              :
Jumlah Peserta                 :

A.  Definisi
       Mengatur pemberian air bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

B.  Tujuan
     Terpenuhinya kebutuhan air yang tepat bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

C.  Bahan, Alat dan Fungsi
a)   Air.
b)   Pompa air digunakan untuk memompa air dari sumber air (tanah, embung).
c)   Selang air untuk mengalirkan air ke areal pertanaman melalui parit-parit.
d)  Ember untuk menyiramkan air dari parit kepermukaan bedengan yang sudah ditanami.
e)   Alat tulis dan blanko isian.

  D Prosedur Pelaksanaan
a)    Pemberian air dilakukan dengan penyiraman di lubang tanaman atau dileb/digenangi secara berkala (sesuai kebutuhan, untuk tanah lempung interval waktunya lebih lama (15 hari) dan untuk tanah berpasir interval waktunya lebih pendek (7 hari).
b)   Lakukan pencatatan semua kegiatan.

 E Sasaran
            Kebutuhan air bagi tanaman terpenuhi.


MATERI VIII. PEMUPUKAN

Judul                                 :
      Hari/Tanggal                   :          
Jam                                   :
Petugas                             :
Jumlah Peserta                :

A.  Definisi
            Menambah unsur hara di dalam tanah.
B.  Tujuan
              Menyediakan unsur hara untuk memacu pertumbuhan tanaman.
C.   Bahan, Alat dan Fungsi
a)    Kaptan 1-2 ton, pupuk organik plus 20 ton, NPK 350 kg, SP 36 300 kg, ZA 350 - 500 kg, ZK 40-140 kg, PPC 2 - 3 ltr, ZPT 2 ltr, POC 3 ltr setiap hektar sebagai sumber unsur hara.
b)   Ember digunakan  untuk  mengangkut  pupuk  selama  penaburan pupuk  di lahan.
c)    Alat pengocor (kempu) untuk aplikasi pengocoran.
d)   Sprayer untuk aplikasi PPC, ZPT, POC, Bo, Zn, Ca, Si.
e)    Air untuk pelarut.
f)    Alat tulis dan blangko isian.
D.   Prosedur Pelaksanaan
a)    Kaptan/dolomit sebanyak 1-2 ton per hektar atau sesuai dengan kondisi tanah, pupuk organik plus 20 ton/ha diberikan pada saat pengolahan tanah.
b)   Pupuk dasar diberikan sebelum tanam (SP 36 100%, ZK 30%, ZA 20%) dengan cara disebar sebelum pasang mulsa plastik hitam perak.
c)    Pupuk susulan pertama 7 hari setelah tanam (KNOmerah atau Mutiara 35 kg/ha dilarutkan dengan 1.680 ltr air)diberikan dengan cara dikocorkan 250 ml/tanaman.
d)   Pupuk susulan kedua 15-20 hari setelah tanam (KNO3 merah atau Mutiara 35 kg/ha dilarutkan dengan 1.680 ltr air) diberikan dengan cara dikocorkan 250 ml/tanaman.
e)    Pupuk susulan ketiga 35-40 hari setelah tanam (KNO3 putih atau Mutiara 35 kg/ha dilarutkan dengan 1.680 ltr air) diberikan dengan cara dikocorkan 250 ml/tanaman.
f)    Pupuk susulan keempat 50 hari setelah tanam (KNO3 putih 20kg/ha, MKP 15 kg/ha dilarutkan dengan 1.680 liter air) diberikan dengan cara dikocorkan 250 ml/tanaman.
g)   Pupuk  susulan  kelima  60  hari  setelah  tana(NPK  15:15:15 sebanyak 350 kg/ha) dengan cara ditugal diantara dua tanaman.
h)   Pupuk susulan keenam 90 hari setelah tanam (setelah petik buah pertama), NPK 15:15:15, sebanyak 350 kg/ha dengan cara ditugal diantara dua tanaman.
i)     Pupuk susulan ketujuh dan seterusnya dilakukan setiap setelah 3 kali panen (melihat  kondisi  tanaman  dan  kondisi  harga), NPK 15:15:15,  sebanyak  350  kg/ha  dengan  cara  ditugal  diantara  dua tanaman. Bila  perlu  setiap  kali  selesai  pemberian  pupuk  susulan  diikuti dengan  penyemprotaPPC,  ZPT,  POC  dengan  dosis  20  cc  per tangki atau dosis 500 cc per hektar.
j)     Untuk mengurangi kerontokan bunga diperlukan pupuk mikro Bo, Zn, Ca, Si yang  diberikamenjelang pembungaan dengan  dosis masing-masing 10 gram per tangki, dan diulang setiap 5 hari sekali sehabis dipanen.
k)   Lakukan pencatatan semua kegiatan
F Sasaran
Tanaman mendapatkan unsur hara di lokasi pertanaman secara tepat (waktu, dosis, cara dan jenis).