Click here for Myspace Layouts

Jumat, 28 Februari 2014

Budidaya bawang Merah di luar Musim


Bawang Merah banyak memberi manfaat bagi kita  terutama dibidang kesehatan. dan rambut. apa saja manfaatnya  secara ringkas sebagai berikut :
A. Untuk  Kesehatan
1. Menyembuhkan sembelit
2. Masalah pendarahan
3. Mengontrol diabetes
4. Melindungi jantung
5. Mengontrol kadar kolesterol
6. Mencegah kanker

B. Khasiat Bawang Merah untuk Rambut

1. Mengobati rambut rontok. 
2. Menumbuhkan rambut
3. Menyembuhkan infeksi kulit kepala
4. Mengatasi ketombe
Mau lebih lengkap silahkn kunjungi  blog >>> manfaatnya sehat  Klik di Sini

Nah sekarang setelah mengenal manfaatnya bagi kesehatan untuk tubuh kita,, selanjutnya mari kita menanam bawang merah,,
Secara teknis budidaya  saya baru sekedar , mengenal teori,, bahasanya baru baca  buku, teks book...Karena tugas pokok dan fungsi  saya dibidang Hortikultura,,,untuk di Kabupaten Tanah Laut, petani sudah mulai menanam bawang merah walau dengan luas sedikit, baru coba ,, alasannya susah mencari mendapatkan benih bawang merah yang bermutu.. Juga alasan lainnya mahalnya harga benih bawang merah yang cocok untuk dataran rendah pada kisana 0 - 200 meter dpl.

Produktivitas bawang merah yang di tanam petani pada Musim tanam 2013 yang lalu,, dengan benih 1 kilogram  berproduksi menjadi 7 - 8 kilogram,,, anakan yang diperoleh 1 siung bisa menghasilkan anak, umbi siung antara 6 - 9 umbi...

Pada artikel postingan disini anda tidak mendapatkan tehnik budidaya bawang merah silahkan klik sumber data informasi melalui link yang sudah saya koleksi,,, agar anda bisa membandingkan,,,
Website dan blog yang menyajikan tentang budidaya bawang merah sebagai berikut :

WEBSITE PEMERINTAH :
  1. Balai penelitian sayuran klik disini 
  2. e petani  ,, menajikan materi tenatng budidaya bawang merah  berasal dari biji.  kilik disini
BLOG LAINNYA
a. best budidaya tanaman blogspot.com  klik artikel bawnag merah disini
b. peluang, manfaat dan cara menanam bawang merah kilik disini
c. Tehnik budidyaa bawnag merah yang benar.... lengkpnya kilik disini

Bila linknya gak jalan >>> mohon maaf  nanti diperbaiki

Kalau saya menulis tentang budidya bawang merah .. bukan karya saya jadi tidak etis... 

,, Nah ini penampakan bawang merah..... di kabupaten tanah Laut













Kamis, 27 Februari 2014

Penyakit Layu pada Pisang ( LAGI)

Banyak cara untuk dapat menikmati buah pisang kepok.... diantaranya adalah dengan  :
Mengendalikan Penyakit layu pada pertanaman pisang dengan mengabungkan beberapa langkah tindakannya,  yaitu 
  1. Penggunaan bibit sehat (bebas dari patogen). Bibit yang digunakan harus jelas asal usulnya, yaitu berasal dari induk yang sehat dan subur serta bebas dari hama/penyakit.  Cara mendapatkan bibit sehat dapat dilakukan dengan dua cara yaitu melalui anakan dan bonggol
  2. Menanam varietas tahan/toleran.  Beberapa jenis pisang ditemukan toleran/ tahan terhadap penyakit layu seperti pisang Mas sasih, Mas tahun, Merlin,  Gancan, Palembang, Ketip Warangan, Udang, Batu, Bojog, Cenana Bang dan Jelawe (Sudana, 2004).
  3. Sanitasi lingkungan.  Membersihkan pelepah daun yang sudah tua serta gulma yang tumbuh disekitar tanaman pisang guna menghilangkan sumber infeksi.  Ada beberapa tanaman yang dapat dijadikan sebagai inang alternatif bagi pertumbuhan dan perkembagan penyakit layu diantaranya adalah Zingiber cassumunar (bengle), Z. aromaticum (lempuyang wangi), Curcuma mangga (temu mangga), Ocimum bassilicum (selasih), O. gratissimum (ruku-ruku), O. sanctum (kemangi, Solanum khasianum (terong KB), kencur (Kaempferia galanga) 
  4. Kultur teknis. Pengaturan jarak tanam (tergantung jenis pisang, minimal 2,5 m x 2,5 m), pemupukan (1,2 kg NPK per pohon/tahun) dimana 1/4 pupuk diberikan pada 1 bulan setelah tanam, selanjutnya sisa pupuk diberikan setiap 3 bulan sekali atau  dengan pemupukan 1,2 kg ZA; 0,45 kg SP36 dan 0,50 kg KCl per pohon/tahun) dimana ¼ pupuk ZA, Sp36 dan KCl diberikan satu bulan setelah tanam, selanjutnya sisa pupuk diberikan setiap tiga bulan sekali (Suastika & Kamandalu, 2005). Pengairan dan sanitasi kebun dilakukan sesuai dengan kebutuhan.  Tanaman pisang seperti tanaman lainnya perlu di pupuk dan diairi agar pertumbuhannya kuat.  Kondisi ini akan meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit layu.  Jumlah anakan per rumpun dibatasi maksimum 3 (tiga) batang.
  5. Bila harus menanam pisang peka seperti Kepok, Raja, Kayu dan sebagainya di daerah endemis penyakit layu, disarankan menggunakan biopestisida Persada (dengan bahan aktif mikroba antagonis Gliocladium sp., Fusarium. oxysporum avirulen Pseudomonas flourescens dan Streptomyces sp.) dan pestisida nabati (ekstrak daun sirih, daun sambiroto, daun papaya, bawang putih dan lengkuas) yang diikuti dengan teknologi budidaya tanaman sehat seperti penaturan jarak tanam, pemupukan, sanitasi kebun, pengairan yang baik
Sumber :  Materi berjudul 
IMPLEMENTASI PENGENDALIAN HAMA TERPADU (PHT) UNTUK  MENGENDALIKAN PENYAKIT LAYU PISANG
Ida Bagus Kade Suastika
Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bali
Jln. By Pass Ngurah Rai Pesanggaran, Denpasar. PO. BOX:3480, Telp.(0361)720498, Fax (0361)720498, Email: 
bptpbali@yahoo.com
Mau yang lengkap silahkan download... disini 


Kamis, 17 Oktober 2013

Menghadiri Kegiatan PF2N Jogyakarta Tahun 2013

TENTANG PF2N
PF2N merupakan momentum  istimewa bagi pelaku bisnis hortikultura yang bertujuan untuk  mengangkat  eksistensi  pengembangan  hortikultura  nusantara  sebagai  komoditas  komersial. Pada tahun 2013 Kota Yogyakarta mendapat kehormatan menjadi tuan rumah  untuk penyelenggaraan PF2N yang ke-6 dengan mengambil tema : 
“Hortikultura Nusantara  sebagai Gaya Hidup Sehat”.

PELAKSANAAN
Tanggal  : 2 s/d 8 Oktober 2013
Jam Buka  : 09.00 – 20.00 WIB
Lokasi Utama  : Jl. Kenari, Timoho, Yogyakarta

AGENDA KEGIATAN PF2N 2013
(1)  Pameran Hortikultura Nasional; 
(2)  Jambore Varietas Hortikultura dan Lanskap /Pertamanan;
(3)  Bursa Tanaman, Produk Hortikultura dan Sarana Penunjangnya;
(4) Seminar, Temu Investasi dan Kontak Bisnis; 
(5) Kursus – kursus; 
(6) Aneka Lomba;
(7) Parade Kendaraan Hias; 
(8) Gelar Seni/Budaya; 
(9) Tour Wisata Agro; 
(10) Pelayanan Perijinan Pemasukan dan Pengeluaran Benih Hortikultura;
(11) Bursa Kuliner Nasional dan Daerah.

Ikut hadir mengikuti beberapa kegiatan pada Pekan Flori dan Flora, hasil rekaman bidikan kamera dapat dilihat  foto berikut ini :













Senin, 17 Juni 2013

Mari kita Menanam Melon


Melon lebih senang tumbuh di dataran menengah yang suhunya agak dingin, yakni pada ketinggian 300-1.000 m dpl. Di dataran rendah yang ketinggiannya kurang dari 300 m dpl, buah melon berukuran lebih kecil dan dagingnya agak kering (kurang berair).

Sedangkan tanah yang baik untuk budi daya melon adalah jenis tanah andoso atau tanah liat berpasir yang banyak mengandung bahan organik untuk memudahkan akar tanaman berkembang. Pada dasarnya, melon membutuhkan air yang cukup banyak. Namun, sebaiknya air itu berasal dari irigasi, bukan dari air hujan.
Untuk pertumbuhannya, melon membutuhkan suhu yang sejuk dan kering. Suhu ideal bagi pertumbuhan melon berkisar antara 24-30° C. Melon tidak dapat tumbuh jika suhu kurang dari 18°C.
Melon susah tumbuh di tempat yang kelembapan udara rendah (kering) dan ternaungi. Tanaman ini lebih senang di daerah terbuka, tetapi sinar matahari yang tidak terlalu panas, cukup dengan penyinaran sekitar 60-75% saja.

Secara teknis tehnik budidaya Melon :

Target standar buah yang ingin dicapai berdasarkan standar prosedur operasional budi daya melon sebagai berikut.
  • Ukuran buah 1.6-2.5 kg/buah (rata-rata 2.1 kg/buah).
  • Bentuk buah sesuai deskripsi varietas.
  • Jaring tebal, rapat, dan merata sesuai dengan deskripsi varietas.
  • Buah tidak cacat dan tidak terkontaminasi benda lain ataupun residu pestisida.
  • Ukuran buah seragam (toleransi di luar standar 15%).
  • Bentuk buah seragam (toleransi di luar standar 5%).
  • Kadar kemanisan buah (brix) 12-16° untuk melon berdaging merah dan 10-12° untuk melon berdaging putih.
  • Untuk melon berdaging merah, sebaiknya tangkai tidak lepas, berbentuk T, dan masih segar saat dipanen.
  • Untuk melon berdaging putih, sebaiknya tangkai masih segar saat dipanen.

Untuk mendukung keberhasilan panen buah Melon, kita memerlukan tahapan kritis yaitu menyemai dan menanam.. Nah ini awal tanam yang saya laksanakan pada awal Juni 2013 , lihat tanggal pada foto,

Mari kita dukung makan sehat buah Alami. buah lokal produk kita sendiri, Setuju banget












Minggu, 16 Juni 2013

Aklimatisasi pada Kultur Jaringan Tanaman

Langkah berikutnya setelah kita berhasil menumbuhkan bagian dari tanaman dengan media botol, yaitu memindahkan tanaman dari botol ke media luar alam.

Menurut terorinya sebagai berikut :

Dalam proses perbanyakan tanaman secara kultur jaringan, tahap aklimatisasi planlet merupakan salah satu tahap kritis yang sering menjadi kendala dalam produksi bibit secara masal. Pada tahap ini, planlet atau tunas mikro dipindahkan ke lingkungan di luar botol seperti rumah kaca , rumah plastik, atau screen house (rumah kaca kedap serangga). Proses ini disebut aklimatisasi. Aklimatisasi adalah proses pengkondisian planlet atau tunas mikro (jika pengakaran dilakukan secara ex-vitro) di lingkungan baru yang aseptik di luar botol, dengan media tanah, atau pakis sehingga planlet dapat bertahan dan terus menjadi bibit yang siap ditanam di lapangan. Prosedur pembiakan dengan kultur jaringan baru bisa dikatakan berhasil jika planlet dapat diaklimatisasi ke kondisi eksternal dengan keberhasilan yang tinggi.

Tahap ini merupakan tahap kritis karena kondisi iklim mikro di rumah kaca, rumah plastik, rumah bibit, dan lapangan sangatlah jauh berbeda dengan kondisi iklim mikro di dalam botol. Kondisi di luar botol bekelembaban nisbi jauh lebih rendah, tidak aseptik, dan tingkat intensitas cahayanya jauh lebih tinggi daripada kondisi dalam botol. Planlet atau tunas mikro lebih bersifat heterotrofik karena sudah terbiasa tumbuh dalam kondisi berkelembaban sangat tinggi, aseptik, serta suplai hara mineral dan sumber energi berkecukupan.

Nah ini  foto saat mengikuti pelatihan, memindahkan tanaman ke media Pot yang berasal dari tanah atau plastik.  ayo kita lihat  sama sama :











Sabtu, 15 Juni 2013

Kultur Jaringan Tanaman Episode 2

Belajar sudah, pelatihan kultur jaringan semi intensif dengan biaya Abidin  . Ternyata perlu pengalaman yang berulang kali, perlu ketelitian, kebersihan alat, kebersihan bahan , kebersihan tempat dan kebersihan manusia... yaitu Steril....
Nah ini hasil yang gagal... anda jangan hanya melihat yang berhasi;... l
Setelah mengamati, mencatat prosedur, langkah langkah agar keberhasilan kultur jaringan bisa mencapai diatas 50 persen aja dulu.
Ini gambar nya.. menurut anda gimana ??
Botol anggrek yang terkena kontamninasi dengan perlakuan
3 macam  asal tanaman yaitu :
  •  ke satu dari biji anggrek,
  •  kedua dari tangkai anggrek,
  •  ketiga memecah koloni anggrek.















OOh ya ini artikel ringkas 

Persyaratan  yang harus di penuhi agar kultur jaringan dapat berhasil baik
·        Pemilihan bahan tanaman (eksplan) yang baik, biasanya di ambil dari jaringan meristem.
·        Penggunaan medium yang cocok. Medium ini harus mengandung 5 kelompok senyawa, yaitu :
Garam anorganik
Sumber karbon
Vitamin
Zat pengatur tumbuh
Pelengkap organik
·        Pencapaian keadaan aseptik, yaitu pengambilan eksplan secara steril. Hal ini di lakukan agar eksplan tidak terkontaminasi oleh bakteri, virus, dan jamur.
·        Pengaturan udara dan pH yang baik.

Teknik kultur jaringan :
-       Kultur embrio, yaitu eksplan berupa embrio tanaman.
-       Kultur jaringan sel atau kultur kalus, yaitu eksplan berupa sel.
-       Kultur meristem, yaitu eksplan berupa jaringan muda.
-       Kultur pollen, yaitu eksplan berupa benang sari.
-       Kultur protoplas, yaitu eksplan berupa sel jaringan hidup tanpa dinding sel.